Analisis Sebaran Beban Partikulat secara Keruangan dari Industri Semen di Kabupaten Tuban

Etty Yhuliarsih, Alexander Tunggul Sutanhaji, Bambang Rahadi Widiatmono

Abstract


Pesatnya pembangunan mengakibatkan peningkatan kebutuhan bahan baku material. Salah satunya yaitu semen. Industri semen menimbulkan pencemaran udara berupa partikulat yang berasal dari cerobong. Sebaran partikulat sulit untuk diketahui hanya saja dalam jangka panjang dapat membahayakan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sebaran beban partikulat secara keruangan yang berasal dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Tuban.Penelitian ini menggunakan analisis spasial dan metode deskriptif kuantitatif. Metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk menggambarkan konsentrasi partikulat dengan pemodelan gaussian point source dan analisis spasial digunakan untuk mengetahui sebaran beban partikulat di Kabupaten Tuban melalui pemetaan. Proses analisis spasial menggunakan software Arcview 3.3.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran partikulat terbesar terletak pada jarak terdekat dengan cerobong dan daerah yang terletak di garis lurus titik cerobong sesuai arah angin. Konsentrasi rata-rata sebaran partikulat masing-masing Kecamatan yaitu Kerek 156.839 µg m-3, Montong 9.65 µg m-3, Bangilan 3.164 µg m-3, Kenduruan 2.225 µg m-3, Jatirogo 0.607 µg m-3, Tambakboyo 0.282 µg m-3, Kecamatan Soko 0.057 µg m-3, Singgahan 0.022 µg m-3, Bancar 0.013 µg m-3, Parengan 0.009 µg m-3, Senori 0.004 µg m-3, dan Kecamatan yang tidak dilalui arah angin konsentrasinya adalah 0 µg m-3, yaitu Kecamatan Jenu, Merakurak, Grabagan, Rengel, Semanding, Tuban, Plumpang, Palang dan Widang. Konsentrasi partikulat masih dibawah baku mutu.

 

Kata kunci : Analisis spasial, cerobong, partikulat, sebaran


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.