Estimasi Gas Rumah Kaca dari Sektor Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau

Aryo Sasmita, Isnaini Isnaini, Rizki Zustika

Abstract


ABSTRAK 

Pertanian merupakan sektor yang berkontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kampar. Namun di sisi lain, sektor pertanian ini termasuk di dalamnya peternakan dan perkebunan turut menyumbang 8% dari emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Nasional Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai emisi gas rumah kaca di sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan di Kabupaten Kampar. Metode yang digunakan dalam perhitungan emisi menggunakan metode Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) 2006 dan 2019 Refinement to the 2006 dengan pendekatan Tier 1. Emisi GRK dihitung dari kegiatan penanaman padi, penggunaan pupuk, pengelolaan tanah, pengelolaan kotoran hewan, dan hasil fermentasi enterik dari proses pencernaan hewan. Data didapat dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kampar yang telah dikonfirmasi oleh Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa emisi GRK di Kabupaten Kampar dari sektor pertanian dan perkebunan adalah sebesar 297.15 Gg CO2 ekivalen per tahun, sedangkan emisi GRK dari sektor peternakan sebesar 14,012.24 Gg CO2  ekivalen per tahun. Emisi GRK total dari sektor pertanian, perkebunan dan peternakan tahun 2019 adalah sebesar 14,309.39 Gg CO2 ekivalen per tahun, dimana sektor peternakan berkontribusi paling besar sebesar 97.92%.

Kata kunci : emisi GRK, Kabupaten Kampar, perkebunan, pertanian, peternakan

 

 

ABSTRACT 

Agriculture is a sector that contributes greatly to the economic growth in Kampar Regency. However, the agricultural sectors include animal husbandry and plantations accounted for 8% of Indonesia's national Greenhouse Gas (GHG) emissions. This study aims were to obtain emission values in the agriculture, plantation, and animal husbandry sectors in Kampar Regency. The emission calculation method is based on the IPCC 2006 and 2019 refinement to the 2006 method with a Tier 1 approach. GHG emissions are calculated from rice cultivation activities, fertilizers usage, soil management, animal manure management, and the results of enteric fermentation from the digestion of animals. Data were obtained from BPS Kampar Regency confirmed by Department of Food Crops and Horticulture in Kampar Regency. The results showed that the GHG emission in Kampar Regency from the agricultural and the plantation sectors was 297.15 Gg CO2 equivalent per year, and the GHG emission from the animal husbandry sector was 14,012.24 Gg CO2 equivalent per year. The total GHG emissions from the agricultural, plantation, and animal husbandry sectors in 2020 amounted to 14,309.39 Gg CO2 equivalent per year, where the animal husbandry sector contributed the most by 97.92%.

Keywords : GHG emissions, Kampar District, plantations, agriculture, animal husbandry


Keywords


emisi GRK; Kabupaten Kampar; perkebunan; pertanian; peternakan; GHG emissions; Kampar District; plantations; agriculture; animal husbandry

Full Text:

PDF

References


Akhadiarto, S. & Rofiq, M. N. (2017). Estimasi emisi gas metana dari fermentasi enterik ternak ruminansia menggunakan metode Tier-1 di Indonesia. Jurnal Teknologi Lingkungan, 18(1), 1-8.

Aldrian, E., Karmini, M., & Budiman, B. (2011). Adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Indonesia. Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara, Kedeputian Bidang Klimatologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Ariani, M., Setyanto, P., & Ardiansyah. (2016). Biaya pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sektor pertanian di Kabupaten Grobogan dan Tanjung Jabung Timur. Jurnal Ilmu Lingkungan, 14(1), 39-49.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kampar. (2020). Kabupaten Kampar Dalam Angka 2019. Badan Pusat Statistik Kabupaten Kampar.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar. (2020). Data Luas Lahan Tanam Palawija dan Hortikultura Kabupaten Kampar 2019. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar.

Harwatt, H., Sabat, J., Eshel, G., Soret, S., & Ripple, W. (2017). Substituting beans for beef as a contribution toward US climate change targets. Climate Change, 143, 1–2. https://doi.org/10.1007/s10584-017-1969-1

Haryanto, B. & Thalib, A. (2009). Emisi metana dari fermentasi enterik: Kontribusinya secara nasional dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada ternak. WARTAZOA, 19(4), 157-165.

Herawati. (2012). Refleksi sosial dari mitigasi gas rumah kaca pada sektor peternakan di Indonesia. Wartazoa Jurnal Balai Penelitian Ternak, 22(1), 35-45.

Indriyati, L. T., Sabiham, S., Darusman, Situmorang, L. K. R., Sudarsono, D., & Sisworo, W. H. (2007). Transformasi nitrogen dalam tanah tergenang: Aplikasi jerami padi dan kompos jerami padi serta pengaruhnya terhadap serapan nitrogen dan aktivitas penambatan N2 di daerah perakaran tanaman padi. Jurnal Tanah dan Iklim, 26, 63-70.

Intergovernmental Panel on Climate Change. (2006). IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories. Intergovernmental Panel on Climate Change

Intergovernmental Panel on Climate Change. (2019). Refinement to the 2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories. Intergovernmental Panel on Climate Change

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2019). Laporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring, Pelaporan Verifikasi Tahun 2018. Kementerian Lingkungan Hidup.

Kementerian Lingkungan Hidup. (2012). Pedoman Penyelenggaraan Inventarisasi GRK Nasional: Buku II Volume 3 – Pertanian, Kehutanan dan Penggunaan Lahan Lainnya. Kementerian Lingkungan Hidup.

Las, I. (2008a). Menyiasati fenomena anomali iklim bagi pemantapan produksi padi nasional pada era revolusi hijau lestari. Jurnal Pengembangan Inovasi Pertanian 1(2), 83-104.

Las, I., Syahbuddin, H., Surmaini, E. & Fagi, A. M. (2008b). Padi: Inovasi Teknologi dan Ketahanan Pangan. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi.

Lintangrino, M. C. & Boedisantoso, R. (2016). Inventarisasi emisi gas rumah kaca pada sektor pertanian dan peternakan di Kota Surabaya. Jurnal Teknik ITS, 5(2), D53-D57.

Pramono, A. (2016). Potensi penurunan emisi gas rumah kaca pada pengelolaan kotoran hewan sapi melalui pemberian pakan tambahan. Jurnal Hutan Pulau-Pulau Kecil, 1(2), 111-116.

Purnamasari, E., Sudarno, Hadiyanto. (2019). Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Pertanian di Kabupaten Boyolali. Prosiding Seminar Nasional Geotik 2019, 384-391.

Rusbiantoro, D. (2008). Global Warming For Beginner: Pengantar Komprehensif Tentang Pemanasan Global. Niaga Swadaya.

Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (2011). Peraturan Presiden No 61 tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Soetriono, A. & Suwandri. (2016). Pengantar Ilmu Pertanian. Intimedia.

Squalli, J., & Adamkiewicz, G. (2018). Organic farming and greenhouse gas emissions: A longitudinal U.S. state-level study. Journal of Cleaner Production, 192, 30-42. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2018.04.160

Surmaini, E., Runtunuwu, E., & Las, I. (2011). Upaya sektor pertanian dalam menghadapi perubahan iklim. Jurnal Litbang Pertanian, 30(1), 1-7.

Suwondo. (2014). Analisis emisi gas rumah kaca sektor Agriculture, Forestry And Other Land Use (AFOLU) di Provinsi Riau. Seminar Nasional dan Rapat Tahunan Bidang MIPA 2014 (SEMIRATA), 595-602.

Thalib, A. (2011). Perkembangan Teknologi Perternakan Terkait Perubahan Iklim : Teknologi Mitigasi Gas Metan Enterik pada Ternak Ruminansia. Badan Penelitian Ternak Jakarta.

Zhang, L., Pang, J., Chen, X., & Lu, Z. (2019). Carbon emissions, energy consumption and economic growth Evidence from the agricultural sector of China's main grain-producing areas. Science of the Total Environment, 665, 1017–1025. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2019.02.162




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jsal.2021.008.01.5

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan